Hilbram Dunar Meninggal Dunia

Sebelum Meninggal Hilbram Dunar Sempat Berada Di ICU EMC

maresiliencycenter.org – Hilbram Dunar dimakamkan di TPU Tanah Kusir sejak pukul 13.00 WIB. Pemakaman itu penuh dengan emosi. Ternyata sebelum meninggal, sang penyedia layanan yang juga penulis buku tersebut sempat memasukkannya ke unit perawatan intensif rumah sakit tersebut. Ini dari anak pertama Hilbram Dunar, Ranu. “Sabtu dan Minggu kemarin, ayah saya dirawat di RSPI Bintaro, Rabu subuh dipulangkan ke RSPI. Saat matahari terbenam, beliau berada di ICU EMC hingga tadi pagi pukul 00.39 (meninggal dunia),” kata Ranu saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Minggu (31/3/2024).

Ranu bercerita, saat sakit, ayahnya tetap beraktivitas seperti biasa. Ranu dan adiknya tidak melihat penyakit kanker ayah mereka semakin parah. Namun Ranu merasa Hilbram Dunar sedang menahan rasa sakitnya. Ranu mengatakan, ayahnya hanya mengeluhkan rasa sakitnya kepada ibunya. “Paling sering (mengeluh kalau sakit) tapi mungkin dia lebih sering mengadu ke mamaku, dia jarang menjenguk anak-anaknya karena ayahku ingin kami melihat ayah kami kuat,” kata Ranu.

Ranu mendapat cerita ibunya tentang ayahnya. Ia mengatakan, Hilbram Dunar selalu menjerit kesakitan di malam hari. “Padahal mamaku dan Via (kakakku) bercerita padaku bahwa ayahku selalu di kamarnya sambil berteriak kesakitan, ‘Ya Tuhan, apa yang terjadi padaku,’ tapi dia kalau di depanku sama saja (bagus)” Ranu menjelaskan lagi. Hilbram Dunar adalah pembawa acara televisi, pembawa acara radio, influencer dan penulis.

Hilbram Dunar meninggal karena kanker stadium 4, Pria kelahiran 30 Oktober 1975 ini dikenal melalui acara Mario Steadfast Golden Ways. Beberapa program yang diselenggarakan ayah dua anak ini antara lain Formula 1, Get It Fast, Trans Tune In, Kisi-kisi, Sarapan Pagi, Susah Dilewatkan dan masih banyak lagi program olah raga. Ia juga telah menerbitkan enam buku. Keenam buku tersebut adalah Surga Plastik, Hati Utama, My Public Speaking, Cinta Itu Inspirasi, tentang Uang, dan jika ingin dicintai selamanya, jangan memilih yang hanya bertahan sebentar.

Tentang Penulis

maresiliencycent